Rabu, 08 April 2026

Tattoo & Stereotype: Saat Mata Salah Menilai Hati

Maura Putri Paramitha | 10824545




Stereotype merupakan proses pembentukan kesan di mana kita memberikan penilaian kepada seseorang hanya berdasarkan kategori sosial atau kelompok tempat mereka bernaung. Stereotype terhadap individu yang bertato sering kali menciptakan asumsi bahwa mereka adalah sosok yang pemberontak, urakan, atau memiliki gaya hidup yang kelam. Masyarakat cenderung memberikan label 'berandalan' dan menganggap orang bertato pasti memiliki kepribadian yang keras dan sulit diatur. Namun, faktanya tato hanyalah bentuk ekspresi seni dan kecintaan terhadap estetika yang sama sekali tidak mengubah karakter dasar seseorang. Banyak orang bertato yang justru memiliki kepribadian yang sangat hangat, sangat menjaga tata krama, dan memiliki kelembutan hati yang luar biasa dalam kehidupan sehari-harinya.

Sebagai studi kasus, kita bisa melihat sosok Gading Marten. Meskipun memiliki banyak tato di beberapa bagian tubuhnya yang memberikan kesan 'garang' secara visual, Gading justru dikenal luas di kalangan rekan artis dan penggemar sebagai salah satu sosok pria yang paling sopan, ramah, dan rendah hati di industri hiburan Indonesia. Ia sangat jauh dari kesan pemberontak. Sebaliknya, publik mengenalnya sebagai ayah yang sangat lembut dan penyayang dalam membesarkan putrinya. Gading sering kali menunjukkan sikap yang tenang dan dewasa, bahkan dalam menghadapi masalah pribadi yang berat sekalipun. Kasus ini membuktikan bahwa koleksi tato di tubuh tidak menghapus sifat kelembutan dan keramahan seseorang, sekaligus mematahkan stereotip bahwa pria bertato pasti memiliki kepribadian yang kasar.

Kamis, 02 April 2026

Problem Solving; Cara Jitu Pantau Uang Jajan


Maura Putri Paramitha | 10824545 | 2MA02



Kadang saya merasa sudah sekuat tenaga buat hemat dan nahan diri nggak beli ini-itu, tapi pas masuk pertengahan bulan saldo di rekening atau sisa uang di dompet udah kritis banget. Rasanya kayak baru kemarin dapet uang jajan bulanan dari orang tua, eh tahu-tahu angkanya sudah mendekati nol tanpa kita inget betul uang itu menguap ke mana aja. Fenomena "uang gaib" ini sering banget bikin saya overthinking dan bertanya-tanya sendiri, apakah saya beneran seboros itu atau emang ada pengeluaran tak kasat mata yang lewat gitu aja dari ingatan.

Padahal kalau dipikir-pikir, biang keladi utamanya seringkali bukan belanjaan mahal, melainkan kebocoran halus yang saya anggap remeh setiap hari. Contohnya jajan kopi kekinian biar nggak ngantuk pas ngerjain tugas, biaya parkir yang kalau ditotal sebulan bisa buat makan enak, sampai langganan aplikasi streaming atau musik yang sebenernya jarang banget dipake tapi tetep kepotong otomatis. Tanpa catatan yang jelas, pengeluaran "receh" ini sering dianggap sepele, padahal pas dikumpulin, jumlahnya bisa bikin kaget karena setara sama barang yang jauh lebih saya butuhkan.




Buat mengatasi rasa pusing gara-gara uang jajan yang nggak pernah cukup ini, langkah yang saya lakukan adalah audit jujur pake aplikasi money tracker. Saya harus berhenti mengandalkan insting atau ingatan, karena jujur aja, otak kita itu jago banget "melupakan" pengeluaran yang sebenernya bikin kita ngerasa bersalah. Dengan mencatat setiap transaksi sekecil apa pun—bahkan cuma beli camilan di kantin atau minimarket—secara real-time, saya tidak akan menebak-nebak lagi ke mana duit saya "lari". Saya akan punya data nyata yang nunjukin di mana lubang bocor keuangan saya yang paling parah.

Pake aplikasi ini tuh fungsinya kayak punya "rem digital" yang bikin saya lebih disiplin di tengah gempuran promo marketplace atau ajakan nongkrong temen yang nggak ada abisnya. Tiap kali kamu gatel pengen checkout barang impulsif atau sekadar laper mata, saya bakal otomatis mikir dua kali karena liat sisa budget jajan saya yang makin menipis di layar HP. Akhirnya, kebiasaan mencatat ini bakal ngerubah cara main saya; dari yang tadinya disetir sama nafsu jajan, jadi punya kendali penuh atas uang masuk dan keluar tiap harinya.

Tattoo & Stereotype: Saat Mata Salah Menilai Hati

Maura Putri Paramitha | 10824545 Stereotype merupakan proses pembentukan kesan di mana kita memberikan penilaian kepada seseorang hanya ber...